Cepat.

Januari 6, 2010 at 11:04 am 6 komentar

Ya, aku yang telah menelantarkan blog ini selama hampir 10 bulan…

Skripsi yang berhasil membuatku terlena dari blogging sudah dibabat habis pertengahan tahun kemarin. Bapak pembimbing (yang mendorong untuk menyelesaikan skripsiku dengan cepat) telah memulai kuliahnya di Aussie, dan aku, melanjutkan hidup pastinya.

Sejak mulai mengerjakan skripsi, semua terasa begitu cepat. Proposal penelitian, data, buku, birokrasi, teramat sangat mendesa.Tak banyak waktu untuk menyembuhkan diri, dosen pembimbingku segera menjalani masa kuliahnya pertengahan tahun kemarin, dan aku belum mau ganti pembimbing, tidak efektif dan efisien. Hasilnya desentri dan thypus plus infeksi saluran kencing bertubi-tubi.

Tiba saat ujian skripsi yang terasa tiba-tiba, sampai menggila, apalagi salah satu dari penguji skripsiku itu profesor dan guru besar di FE. Ketegangan, ketakutan, kekhawatiran campur baur jadi satu. Namun ujian skripsi dapat kuselesaikan, dengan keadaan mendesak skripsiku disahkan pembimbing, yang pada saat itu sedang disibukkan dengan urusan rencana studinya di Aussie dan 2 penguji, yang ketika kutemui mau pergi ke luar kota. Fabulous! Periode Juli 2009, hanya dan baru 2 orang di angkatanku yang bisa diwisuda. Satu temanku yang bisa dibilang terpandai di kelas, dan satu lagi yang bisa dibilang terbodoh di kelas, aku. Lagi, semua terasa cepat.

Dunia kerja menanti, siap tidak siap aku harus segera menghadapinya. Mengganti kaos polo andalan saat kuliah dengan blus yang lebih formal, sedikit menggeser kekakuan teori kuliah dengan sesuatu yang lebih realistis, memelototi web penyedia lowongan kerja, berbondong-bondong mendatangi job fair, mengikuti ritual tes, berfikir dan memutuskan sesuatu dalam waktu begitu singkat, semua begitu cepat.

Akhir dari penantian pun tiba, akhirnya aku jadi salah satu peserta yang lolos seleksi masuk CPNS Provinsi DKI Jakarta 2009. Aku percaya ini memang sudah digariskan, tak jauh dari cita-cita dulu, selepas kuliah aku akan bekerja di Jakarta (entah apa yang kupikir saat membuat cita-cita itu). Semua masih terasa begitu cepat, sampai Februari nanti aku mulai kerja, berkutat dengan panas-macet-banjir-nya Jakarta. Sampai jumpa di Jakarta.

Entry filed under: Cerita. Tags: .

Nobody is perfect Once upon a time in Jakarta

6 Komentar Add your own

  • 1. didut  |  Januari 7, 2010 pukul 10:36 pm

    good luck ri🙂

    Balas
  • 2. k1n6k0n9  |  Januari 7, 2010 pukul 10:40 pm

    selamat ya mbak.. semoga menjadi.. barokah…

    amiiin…

    Balas
  • 3. koprilia  |  Januari 7, 2010 pukul 11:23 pm

    woh..selamat dek…jakarta semakin sumpek deh hehehe

    kalo cuma nambah satu, kurus lagi, apa yha signifikan?

    Balas
  • 4. lowo  |  Januari 13, 2010 pukul 12:11 pm

    kalo udah nyampe jakarta, jangan lupa kopdar ama kita2 yaks..

    Balas
  • 5. el_afiq  |  Januari 19, 2010 pukul 9:42 pm

    selamat ya mbak, akhirnya cita-citanya terkabul.🙂

    Balas
  • 6. millati  |  April 28, 2010 pukul 4:32 pm

    Lah, dulu pas skripsi saya malah keranjingan nge-blog, sebagai pelarian, hehe

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Overview

Imagining

Pemilik blog ini adalah Ari, mahasiswi yang sedang merintis jalan untuk menyelesaikan studi Ilmu Ekonomi di Semarang. Banyak cerita tentang kehidupan mahasiswi perantauan ini, dan selengkapnya ada di blog Hijau | Biru ini.

Statistics

  • 44,489 kicks

Arsip


%d blogger menyukai ini: