Kuliah Piknik

Juni 4, 2008 at 3:17 pm 10 komentar

Kalo pernah ngerasain kuliah, apa sih yang bikin seneng pas waktu kuliah? Bagi aku, yang sekarang masih duduk kuliah Ekonomi dan Studi Pembangunan, yang paling nyenengin itu kalo ngerjain tugas. Bagaimana bisa, ngerjain tugas kok malah seneng?

Tugas kuliah di jurusanku, kebanyakan belajar riset, apalagi mendukung Undip menuju universitas riset. Nggak tau itu akan betul-betul sebuah goals atau baru imajinasi, tapi itu menyenangkan. Dulu pernah kuliah Ekonomi Pertanian, terus aku jalan-jalan ke sawah. Pernah kuliah ESDAL, aku melihat langsung bagaimana limbah dari usaha batik mencemari lingkungan. Pernah aku kuliah Ekonomi Perkotaan, lalu aku harus menanyai sopir taksi yang mangkal di Simpang Lima. Menyenangkan, kan?

Yang sekarang dijalani, aku harus piknik. Piknik? harus? Kok bisa. Ya, saat ini aku ambil kuliah Ekonomi Pariwisata. Studi tentang bagaimana sebuah objek wisata memberikan kontribusi bagi sebuah daerah, baik material maupun non material. Biar observasinya nggak kejauahan, aku & temen-temen ambil objek wisata di daerah Gunung Ungaran Kab. Semarang yaitu kolam renang alam dan arena outbond Umbul Sidomukti.

Karena keterbatasan alat transportasi, aku & temen-temen naik kendaraan umum. Start dari derah Pleburan, trus angkot ke Java Mall, lalu dilanjut perjalanan pake mini bus ke arah Ungaran, habis itu ke Sidomukti dengan angkot sewaan. Itung-itung sekalian ngitung travel cost. Sebab memang nggak ada angkutan umum yang langsung menuju objek.

Ini beberapa dokumentasinya.

Umbul Sidomukti

Itu namanya games Marine Bridge, padahal bukan di laut!!

Umbul Sidomukti

Berenang-renang..

Umbul Sidomukti

Ramenyaa…

Umbul Sidomukti

Bersiap menjadi Fox yang lagi terbang..

Begitulah, asyiknya tugas berasa kalo pas survei primer. Tapi kalo pas harus ngumpulin data sekunder, udah mulai pusing, harus ngurus ke instansi pemerintah. Bukan apriori sama instansi pemerintah, tapi nyatanya memang proses kesana njlimet, dan tak jarang berbuah kekecewaan. Kadang dilempar ke orang lain, disuruh ketemu pak ini, pak itu, orangnya sedang dinas luar kota, orangnya sedang keluar kantor, orangnya sedang makan, atau alasan lain.

Kali ini aku harus minta data statistik pengunjung wisata ke Dinas Pariwisata. Pertama kali datang ke sana, orangnya ramah-ramah, baik-baik, mungkin memang harusnya gitu, wong orang Dinas Pariwisata & Kebudayaan mustinya welcome, selama itu baik untuk pengembangan wisata. Tapi aturan kan tetep harus ditegakkan, nggak dengan minta data trus dikasih, kita masih harus minta Surat Pengantar dari Kesbanglinmas. Ini nih, mulai ribetnya. *seperti yang sudah-sudah*

Hari itu juga aku & temen-temen meluncur ke Kantor Kesbanglinmas. Di sana ketemu pegawai-pegawai yang relatif lebih berumur. Pertama ketemu sama seorang bapak. Dari dia dilempar ke bapak tukang ketik, dan dengan enteng si bapak tukang ketik itu bilang :

“Besok aja, pekerjaanku yang hari ini aja aku sanggupin besok”

Ketegangan pun merayap menjalar ke seluruh pembuluh darah. Bagaimana bisa kantor pelayanan umum kok bersikap gitu? Orangnya ketus lagi. Lalu aku mengusulkan alternatif, kalo ada blangko suratnya, biar aku buat sendiri, kecepatan mengetikku lumayan tinggi. Bapaknya bilang nggak ada. Lalu, harus bagaimana? Minta diketik-in nggak mau, ngetik sendiri nggak boleh. Dan ajaibnya, 15 menit kemudian listrik mati kena giliran pemadaman. Habislah sudah. Setelah lobi-melobi, akhirnya sepakat esok harinya kami akan kembali.

Esoknya kami kembali sesuai perjanjian, jam 9 tepat, dengan bolos kuliah. Sampai kantor Kesbanglinmas, kami ternyata masih harus menunggu surat itu dibuat dengan daya mengetik si bapak tukang ketik yang lebih lambat dari siput ikut lomba lari cepat. Satu jam kemudian, kami masih menunggu, dan suratnya jadi setengah jam kemudian. Di akhir pertemuan dengan bapak yang pertama ditemui, dia bilang :

“Minta surat ijin tuh gini” sambil membuka amplop berisi lembar-lembar biru yang dikasih mas-mas yang waktu itu sama-sama minta surat ijin.

Dari ucapan bapak itu, mengindikasikan bapaknya minta duit juga. Bener ya, harusnya bayar? Bukannya itu memang bagian dari tugas dinas untuk membuat ijin & surat-surat semacam itu? Mosok mau belajar malah dipalak?😛

Entry filed under: Cerita, Wisata. Tags: .

Memori Palsu Tukang pamer

10 Komentar Add your own

  • 1. traju  |  Juni 4, 2008 pukul 5:30 pm

    sayah protes!!fotonya kurang,mana foto2 kuh, ko ngga ada??

    lha km sibuk moto si gundul itu sih.

    Balas
  • 2. escoret  |  Juni 6, 2008 pukul 11:54 am

    [….] traju | Juni 4, 2008 at 5:30 pm

    sayah protes!!fotonya kurang,mana foto2 kuh, ko ngga ada?? […]

    lha emang kowe sopo ju..???

    wah,udah di posting kamu tho ..!! asyem..!!!!

    apa? sidomukti? km udah kesana? sama black ya?

    Balas
  • 3. ade yg ganteng & baik  |  Juni 10, 2008 pukul 9:06 am

    ri, tau gak pas aku ke umbul sidomukti ternyata lagi tutup padahal aku kesitu hari kamis…..dan ternyata lagi tutupnya senin&kamis hu hu udah jauh2 jalannya rusak parah lagi😦

    kasian ade. tp asyik kan sensasi jalannya? lha km nggak bilang2 ke aku sih. *nyamar jadi tukang pintu umbul sidomukti*

    Balas
  • 4. alfin  |  Juni 10, 2008 pukul 2:04 pm

    oh jadi kemaren waktu di undip tak panggil panggil gak nengok ternyata mau kesitu…pantesan!!!!di panggil di depan ruang dosen gak nengok….tersusu susu yo nduk???

    lho, kapan? kalo ada yg manggil kupikir tukang bakso nyuruh mbalikin mangkok. hehehehe

    Balas
  • 5. kian  |  Juni 11, 2008 pukul 4:02 pm

    ooo..jadi kamu yang aku panggil ga nengok2 itu ya…
    *ngikut2 alfin*

    asyik ya…kuliahnya..

    sukses ya..kuliahnya

    Balas
  • 6. sesy  |  Juni 11, 2008 pukul 4:29 pm

    setahuku g usah byar kok rie, ikutin prosedural biasa aja. kl dy macem2 asal km liat nama n nip yg biasa tercantum di karpegnya dy gampang diberesinnya. tinggal laporin ke bag kepegawaian. civil servant kok sama sekali g membantu. (tp inget rie, lapornya setelah km dpt surat2 yg km butuhin, or kldah mentok tok)

    kantor itu udah jd momok di kampus, emang birokrasinya agak susyah

    Balas
  • 7. Mimin  |  Juni 11, 2008 pukul 6:32 pm

    Duh asyiknya kuliah sambil piknik… Jadi pengin coba games marine bridge nya..kayak nya menantang tuh

    yang nggak asik duitnya sama ngerjain laporannya mbak

    Balas
  • 8. zaenab  |  Juli 9, 2008 pukul 11:27 am

    da nmer telp pengembang umbul sido mukti pa g?

    Balas
  • 9. Student  |  September 26, 2009 pukul 7:44 pm

    Di uni saya juga ada mata kuliah yang justru lebih banyak aktivitas di luar kelasnya🙂 Asyik tapi suka membingungkan juga sih hehehe

    Balas
  • 10. dhuwur  |  Mei 21, 2010 pukul 5:25 pm

    mbak ijin copast gambarnya dunks..?🙂

    monggoo…. semoga bermanfaat..🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Overview

Imagining

Pemilik blog ini adalah Ari, mahasiswi yang sedang merintis jalan untuk menyelesaikan studi Ilmu Ekonomi di Semarang. Banyak cerita tentang kehidupan mahasiswi perantauan ini, dan selengkapnya ada di blog Hijau | Biru ini.

Statistics

  • 44,489 kicks

Arsip


%d blogger menyukai ini: