Memori Palsu

Mei 6, 2008 at 9:48 am 13 komentar

Hei, everybody.. Seminarnya udah selesai, lega! Sekarang tinggal menyelesaikan Laporan Pertanggunganjawab (apa pertanggungjawaban ya?). Begitu selesai, berasa bisul pecah. Bebannya berkurang banyak. Err.. walau masih ada kekurangan di sana sini, tapi aku bilang berhasil deh itu seminarnya, lha wong aku ketua panitianya, mosok nggak memuji hasil usaha sendiri?

Yang sudah berlalu biar berlalu. Eh ya, kameraku udah balik setelah dibawa adekku ke Jakarta beberapa minggu lalu. Pas kemarin pulang ambil kamera, adikku bilang kok memori card miliknya (micro SD) yang dipake di HP Nokia 5200 miliknya palsu. Kok bisa?

SD card palsu

Kalo di rumah, aku yang diandalin rekomedasinya buat beli-beli barang elektronik atau sejenisnya. Sama sewaktu mau beli handphone itu, aku yang merekomendasikan. Handphone-nya beli di Tegal, memory card-nya beli di salah satu toko komputer sewaktu pameran komputer di Java Mall-Semarang beberapa bulan lalu. Selama ini dipakai normal-normal saja, kapasitasnya yang cuma 512 MB, selalu diisi full, dan nggak pernah hang kayak SD card elek yang dipake di kamera. Entah, berkat keisengan adekku yang ngelepas stickernya, jadi tau kalau micro SD card itu ternyata cuma stickernya aja yang Nexus, memorynya merk Transcend. Memang, buat mendapatkan sekeping memory card berkapasitas besar harganya nggak seberapa, 100 ribu aja susuk. Tapi, yang aku nggak habis pikir, kenapa musti dipalsu? Konsumen dibohongi! Aku nggak tau harga dan kualitas Nexus dan Trandscend di pasaran itu lebih mahal, lebih bagus, lebih prestigious mana. Tapi, kok ya musti gitu?

Entry filed under: Cerita. Tags: .

Long Road to “One Stop Blogging” Kuliah Piknik

13 Komentar Add your own

  • 1. ika  |  Mei 8, 2008 pukul 8:18 am

    bro,ada saran ga biar kita tau kalo yang kita beli itu palsu,,maklum gaptek neh..

    haduh haduh haduh.. mbak ika.. ini ari.. sejak kapan aku jd dipanggil bro?? dan, sajauh ini aku masih jadi korban, blm tau solusinya jugak..

    Balas
  • 2. escoret  |  Mei 8, 2008 pukul 3:29 pm

    *ngakak liat koment ika*

    wakakkakakka..BRO ari..????
    gimana bro ari..????

    Balas
  • 3. traju  |  Mei 10, 2008 pukul 10:30 am

    sariawannya sembuh kan setelah seminarnya selese??itu emang karena stress, sariawan itu seneng sama orang setress lhoo, kamu stress kah??;-P
    selamat anda belum beruntung!!makannya kalo mau beli memoycard bareng aku ajah, xixixi

    Balas
  • 4. mizan  |  Mei 10, 2008 pukul 2:08 pm

    Lho ini Ari yang mana ya? Kok dipanggil Bro😀

    Setahu aku Transcend itu merk memory top-class, Amerika punya. Kalo Nexus malah aku tahunya itu merk China. Transcend sering dipakai untuk memory-card OEM (bawaan pabrik) untuk kamera digital maupun HP, selain SanDisk.

    Trus apa motif Nexus menyamarkan merk ya?

    Balas
  • 5. Ari Wibowo  |  Mei 12, 2008 pukul 10:42 pm

    setidaknya baru palsu merk… coba kalo palsu barangnya.. bentuknya doang mirip mSD card..

    komen yg lucu.. trus tampangnya mini SD, ternyata ganjel pintu gitu?😀

    Balas
  • 6. ndutz  |  Mei 19, 2008 pukul 3:03 pm

    coba sekali sekali makan merek aja……

    wkekekekek

    Balas
  • 7. ukhsa  |  Mei 25, 2008 pukul 4:26 pm

    emange pnah ngrasain bisul pecah y….hii

    pernah, tp nggak berasa, saking sakitnya

    Balas
  • 8. gunawanwe  |  Juni 3, 2008 pukul 11:36 pm

    anu.. mbak’e , adiknya kok bisa iseng ngelepas2 stiker gitu? apa dah tau kalo itu palsu…
    salam kenal

    nggak kok, emang adikku usil, kayaknya ngikutin aku deh…

    Balas
  • 9. aditya20  |  Juni 11, 2008 pukul 3:52 pm

    Ari… Masalah sepeti itu memang kerap terjadi. Makannya jangan pernah sekali-kali tergiur dengan harga diskon di pameran. Para pedagang mengambil kesempatan untuk berusaha “usil” dengan memanfaatkan keramaian pameran. Jadi keramaian tersebut membuat kita tidak teliti.

    Anjuran buat teman-teman. Hati-hati jika membeli barang di pameran seperti itu. Lebih baik membeli barang di toko. Jadi paling tidak kita menjadi sedikit teliti. Walau harganya lebih mahal.

    Terima kasih

    sebenernya sih aku beli di pameran coz emang pas butuh, & hampir semua toko punya stand disono, jd gak usah shop to shop nyari memory card. but apa mereka nyediain sticker khusus buat ngibulin pembeli di pameran? I don’t think so, di toko juga mereka jual gitu.

    Balas
  • 10. Yui Setyowati  |  Juni 11, 2008 pukul 4:24 pm

    jaman dulu, kalo kita beli kaset (baca:cartridge Nintendo)
    semua dikasih merk KONAMI.
    -__-;
    Ngga peduli bikinan Capcom, SNK, Jaleco, semua KONAMI!
    Padahal jaman dulu, sebelum ada Winning Eleven, kita belum terlalu ngeh apa itu KOnami….Bener apa kagak dia produksi casing doanks…

    mungkin mulanya KONAMI itu produsen casing kaset, atau Konami dalam bahasa Indonesia artinya kaset Nintendo atao cover kaset Nintendo

    Balas
  • 11. sesy  |  Juni 11, 2008 pukul 4:34 pm

    jawabanya adalah karena nexus lebih terkenal di indonesia drpd transcend. jd lebih mudah memakai brand nexus untuk konsumen indonesia apa lagi untuk kalangan yg g gt ngeh soal merk.

    numpang terkenal gitu? kayak artis aja.

    Balas
  • 12. sahrul  |  Juni 11, 2008 pukul 7:09 pm

    ” Yah ri ikhlasin aja dah…! biarlah yg sdh terjadi, yg belum terjadi biarlah terjadi lg…!!! he..he…kejadian inkan yg buat blog km jd ramai, so teruslah…raih impian-mu dan ambil hikmah dibalik kejadian2 aneh yg u alami OK, hidup ini kan pilihan mau “hidup” pa “mau mati” “kata Boycrozesr” jadi ari mau milih mana? he…he…just kidding !kejadian diatas merpkn senagian kej.biasa yg terjadi pada orng2 yg krng teliti, mungkinsblmnya msh ada yg lbh dasyat lg. aq menentang ari untuk buat topik intro yg lbh supper heboh lg!? Ok…sy tunggu ri! selebih-nya No comenT…!!!!

    Balas
  • 13. sahrul  |  Juni 11, 2008 pukul 7:22 pm

    +_-……..???????

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Overview

Imagining

Pemilik blog ini adalah Ari, mahasiswi yang sedang merintis jalan untuk menyelesaikan studi Ilmu Ekonomi di Semarang. Banyak cerita tentang kehidupan mahasiswi perantauan ini, dan selengkapnya ada di blog Hijau | Biru ini.

Statistics

  • 44,489 kicks

Arsip


%d blogger menyukai ini: