Reinkarnasi Wisata Bahari

Siapa yang nggak tau Tegal?

Pasti ingatannya deket banget sama yang namanya Warteg. Lalu, ada yang tau nggak kalo Tegal itu juga daerah pesisir pantai utara? Buat yang sering mudik mungkin tau banget Tegal itu adalah bagian dari jalur pantai utara Jawa Tengah, dimana pengguna jalur pantura bisa menatap langsung ke laut saat melintasi jalur tersebut.

Di Tegal juga ada Pangkalan TNI-AL, yang sekarang gedungnya bercat putih biru, letaknya berseberangan dengan Kantor Pos Tegal. Hingga saat ini, tidak sedikit masyarakat yang menggantungkan hidup dari sumber daya laut.

Kebaharian Tegal sebetulnya sudah dari dulu terkenal, salah seorang kenalan dari Makassar pernah mengatakan bahwa dulu dia mendarat dari perjalanan lautnya di pelabuhan Tegal, bukan Cirebon, bukan Jakarta. Setelah akhirnya terjadi pendangkalan di pelabuhan lama, pelabuhan digeser ke sisi barat. Sewaktu pelabuhan masih di utara Balai Kota lama, di sisi timur pelabuhan dikembangkan menjadi objek wisata Pantai Alam Indah (PAI). Ketika aku kecil, rasanya masih bagus, masih ada kebun binatang mini, masih bisa dikatakan layak jadi objek wisata. Pada perkembangannya, PAI mengalami kemerosotan, tak banyak yang bisa ditawarkan oleh objek wisata yang dikelola Pemkot Tegal ini. Hingga kawasan PAI hanya dikenal sebagai ajang pacaran dan lahan konser musik.

Akhir 2008 ini, PAI yang “mati suri” bangkit kembali, dalam bentuk yang sedikit banyak berbeda. Wisata PAI dikemas dengan Wisata Monumen Bahari dan wahana wisata air semacam Water Boom yang baru saja diresmikan tanggal 20 Desember 2008 kemarin.

Water Boom

PAI berreinkarnasi, dan menurutku wisata ini cukup menjawab kehausan masyarakat akan wisata edukasi, karena memang jarang ada di wilayah Tegal. Monumen Bahari memberikan pengetahuan melalui koleksi pesawat tempur, tank, senjata perang, repelika kapal, dan lain sebagainya.

Pesawat1

Minggu, 21 Desember 2008, sehari setelah peresmian, banyak masyarakat yang datang dari berbagai penjuru daerah di Tegal hendak menikmati udara pantai atau hanya berfoto di depan kendaraan-kendaraan perang yang didatangkan dari berbagai wilayah di Indonesia.

PAIpai

Namun sayangnya, kenyamanan pengunjung cukup terganggu dengan adanya genangan air di beberapa ruas jalan, dan juga tampaknya belum ada area parkir yang memadai. Sebut saja ini PR untuk Pemkot Tegal, selain membuat Peraturan Daerah berkenaan dengan wisata tersebut yang konon kabarnya belum juga “matang”. Nakhoda kapal Kota Tegal baru, semoga Tegal terus melaju.

15 comments Desember 23, 2008

Aksi Demo

Minggu ini minggu ujian tengah semester. Semester ini aku menyelesaikan utang-utang kuliah, jadi kuliah yang kuambil banyak, mau nggak mau, ujiannya juga banyak. Hari ini udah separuh jalan, tinggal seminggu lagi, trus nunggu ujian akhir deh Januari ntar.

Hari ini aku ada jadwal ujian Otonomi Daerah, gara-gara semalem kecapekan ngapalin isi Undang-Undang, aku ketiduran nggak beraturan. Pagi-pagi handphone-ku nyala-nyala, ringtonenya sih dari orang rumah, bener deh, Bapak yang telpon.

B : “Mbak, lagi apa?”
A : “Baru bangun”
B : “Kamu jangan ikut-ikutan temenmu!!!!!”
A : *bingung-se-bingung-bingungnya* “Lah, emang ikut kemana?”
B : “Itu di TV anak FE demo, kowe ra sah melu-melu, ndak ora lulus-lulus” *so, demo berkorelasi negatif terhadap kelulusan*
A : *tanpa ekspresi* “Yah, ngapain juga ikutan ‘gitu-gitu’. Udah deh, Bapak ki aneh-aneh wae. Ari lagi arep ujian ki, gen cepet lulus,,,,,”

Sebenernya masih ngantuk, tapi jadi bingung musti gimana, ketawa, apanya yang lucu, marah, apa yang bikin marah, akhirnya nerusin menelan pasal di Undang-Undang lagi.

Sampe di kampus, nanya sana-sini, ternyata emang kemarin ada demo ‘menyambut’ presiden. Katanya sih presiden menghadiri acara Dies Natalis UNDIP & Pembukaan acara di PRPP apa nggak tau, pas liat iklannya di bandara sih acara expo teknologi gitu.

Dari video demo kemarin itu, aku lihat ada adik kelasku, ada juga anak FE yang konon beritanya ditangkap. Biasanya sih temen-temen pada nggosip dulu di kelas kalo mau ada aksi, berhubung ini masih suasana UTS, jadi jarang ketemu sama temen sekelas.

Kenapa sih musti demo?? Jaman aku ndengerin pelajaran Sosiologi SMA, dijelasin kalo demo itu gunanya untuk kontrol sosial. Asam yang kalo diberi basa jadi netral, asam itu pemerintah dan basa itu demonstran, mungkin seperti itu ilustrasinya *padahal ngarang*. Aku setuju sama yang namanya penyaluran aspirasi dan bertukar pikiran, tinggal bagaimana cara penyampaiannya yang lebih enak dan tidak saling menyakiti. Kalo nggak setuju, kan bisa ngomong baik-baik, nggak usah ngotot, malah capek sendiri, nggak ada yang ndengerin, malah ditendangin, diseret-seret.

detiknews

Demo 30 Oktober 2008, Sumber:detiknews.com

Temenku ada yang jadi tukang demo, tapi dia nggak selalu ikutan tiap kali ada demo, mungkin dia aktor di belakang layar *emang ada gitu??*. Aku sering diskusi sama dia, dan dia seperti orang-biasa-pada-umumnya kalo tanpa megachot megaphone. Mungkin dia baru akan menjadi gahar dan sangar kalo ketemu sama megaphone. Sepertinya megaphone memang sakti,,

9 comments Oktober 31, 2008

Next Posts Previous Posts


Overview

Imagining

Pemilik blog ini adalah Ari, mahasiswi yang sedang merintis jalan untuk menyelesaikan studi Ilmu Ekonomi di Semarang. Banyak cerita tentang kehidupan mahasiswi perantauan ini, dan selengkapnya ada di blog Hijau | Biru ini.

Loenpianers

Tegalers

Teman dimana-mana

Top Posts

Tulisan Terakhir

Komentar Terakhir

Ripto di Upin & Ipin yang Lucu (bet…
Student di Kuliah Piknik
dian di Upin & Ipin yang Lucu (bet…
upinipinlovers di Upin & Ipin yang Lucu (bet…
sekar ayu di Upin & Ipin yang Lucu (bet…

Statistics

Arsip

Captured

Menuju puncak

Tebing Goa Kreo

Air terjun Goa Kreo

More Photos

Admin