Cepat.
Ya, aku yang telah menelantarkan blog ini selama hampir 10 bulan…
Skripsi yang berhasil membuatku terlena dari blogging sudah dibabat habis pertengahan tahun kemarin. Bapak pembimbing (yang mendorong untuk menyelesaikan skripsiku dengan cepat) telah memulai kuliahnya di Aussie, dan aku, melanjutkan hidup pastinya.
Sejak mulai mengerjakan skripsi, semua terasa begitu cepat. Proposal penelitian, data, buku, birokrasi, teramat sangat mendesa.Tak banyak waktu untuk menyembuhkan diri, dosen pembimbingku segera menjalani masa kuliahnya pertengahan tahun kemarin, dan aku belum mau ganti pembimbing, tidak efektif dan efisien. Hasilnya desentri dan thypus plus infeksi saluran kencing bertubi-tubi.
Tiba saat ujian skripsi yang terasa tiba-tiba, sampai menggila, apalagi salah satu dari penguji skripsiku itu profesor dan guru besar di FE. Ketegangan, ketakutan, kekhawatiran campur baur jadi satu. Namun ujian skripsi dapat kuselesaikan, dengan keadaan mendesak skripsiku disahkan pembimbing, yang pada saat itu sedang disibukkan dengan urusan rencana studinya di Aussie dan 2 penguji, yang ketika kutemui mau pergi ke luar kota. Fabulous! Periode Juli 2009, hanya dan baru 2 orang di angkatanku yang bisa diwisuda. Satu temanku yang bisa dibilang terpandai di kelas, dan satu lagi yang bisa dibilang terbodoh di kelas, aku. Lagi, semua terasa cepat.
Dunia kerja menanti, siap tidak siap aku harus segera menghadapinya. Mengganti kaos polo andalan saat kuliah dengan blus yang lebih formal, sedikit menggeser kekakuan teori kuliah dengan sesuatu yang lebih realistis, memelototi web penyedia lowongan kerja, berbondong-bondong mendatangi job fair, mengikuti ritual tes, berfikir dan memutuskan sesuatu dalam waktu begitu singkat, semua begitu cepat.
Akhir dari penantian pun tiba, akhirnya aku jadi salah satu peserta yang lolos seleksi masuk CPNS Provinsi DKI Jakarta 2009. Aku percaya ini memang sudah digariskan, tak jauh dari cita-cita dulu, selepas kuliah aku akan bekerja di Jakarta (entah apa yang kupikir saat membuat cita-cita itu). Semua masih terasa begitu cepat, sampai Februari nanti aku mulai kerja, berkutat dengan panas-macet-banjir-nya Jakarta. Sampai jumpa di Jakarta.
3 comments Januari 6, 2010
Nobody is perfect

Ceritanya aku lagi mencari solusi translate, buat jurnal-jurnal ilmiah yang print-outnya udah teralalu lusuh karena udah puluhan kali dibolak-balik. Seperti layaknya mahasiswa lainnya, Transtool solusinya. Berhubung hasilnya sangat kurang memuaskan, kupakailah Google Translate.
Sebenernya, aku juga nggak 1000% percaya dengan hasil alih bahasanya, tapi lumayanlah, sedikit terbantu, buat menghemat waktu mbuka kamus. Kali ini sepertinya kepuasannya berkurang lagi, aku coba translate jurnal in English to Bahasa Indonesia, tapi kok di judulnya itu kan Pakistan, di-translate ke Bahasa Indonesia kok judulnya malih jadi Indonesia. Google lin-plan banget deh… *emangnya orang*. Aku nggak tahu-menahu sih soal sistem alih bahasanya atau mungkin itu bugs, dan sekarang aku juga belum mau mencari tahu. Tapi kalo ada yang mau ngasihtau ya dengan senang hati. Terimakasih lagi kalo mau njelasin detailnya..
6 comments Maret 10, 2009


