Memori Palsu
Hei, everybody.. Seminarnya udah selesai, lega! Sekarang tinggal menyelesaikan Laporan Pertanggunganjawab (apa pertanggungjawaban ya?). Begitu selesai, berasa bisul pecah. Bebannya berkurang banyak. Err.. walau masih ada kekurangan di sana sini, tapi aku bilang berhasil deh itu seminarnya, lha wong aku ketua panitianya, mosok nggak memuji hasil usaha sendiri?
Yang sudah berlalu biar berlalu. Eh ya, kameraku udah balik setelah dibawa adekku ke Jakarta beberapa minggu lalu. Pas kemarin pulang ambil kamera, adikku bilang kok memori card miliknya (micro SD) yang dipake di HP Nokia 5200 miliknya palsu. Kok bisa?

Kalo di rumah, aku yang diandalin rekomedasinya buat beli-beli barang elektronik atau sejenisnya. Sama sewaktu mau beli handphone itu, aku yang merekomendasikan. Handphone-nya beli di Tegal, memory card-nya beli di salah satu toko komputer sewaktu pameran komputer di Java Mall-Semarang beberapa bulan lalu. Selama ini dipakai normal-normal saja, kapasitasnya yang cuma 512 MB, selalu diisi full, dan nggak pernah hang kayak SD card elek yang dipake di kamera. Entah, berkat keisengan adekku yang ngelepas stickernya, jadi tau kalau micro SD card itu ternyata cuma stickernya aja yang Nexus, memorynya merk Transcend. Memang, buat mendapatkan sekeping memory card berkapasitas besar harganya nggak seberapa, 100 ribu aja susuk. Tapi, yang aku nggak habis pikir, kenapa musti dipalsu? Konsumen dibohongi! Aku nggak tau harga dan kualitas Nexus dan Trandscend di pasaran itu lebih mahal, lebih bagus, lebih prestigious mana. Tapi, kok ya musti gitu?
5 comments Mei 6, 2008



